info@misirojuttholibin.sch.id (0283)
Menyapa Murid di Pagi Hari, Sebuah Kebiasaan Positif
Kegiatan 01 September 2026 Administrator 19 dibaca

Menyapa Murid di Pagi Hari, Sebuah Kebiasaan Positif

Menyapa Murid di Pagi Hari : Sebuah Kekuatan Positif


Pagi hari di Madrasah Ibtidaiyah Sirojut Tholibin Rengaspendawa bukan sekadar awal dari proses pembelajaran. Pagi adalah momentum untuk membangun suasana hati, menumbuhkan semangat, dan menanamkan rasa bahwa setiap murid datang ke sekolah sebagai pribadi yang dihargai. Mereka datang dengan suasana yang bahagia. 


Satu senyum seorang guru dan sapaan dengan pertanyaan, sudah sholat subuh ? Hari ini bangun jam berapa yah ? Senyum tersebut menjadi kekuatan positif pertanyaan ini secara rutin ditanyakan kepada setiap murid saat saya menyapa mereka sambil salaman. Pertanyaan tersebut menjadi pengingat untuk mengecek dua dari tujuh kebisaan anak Indonesia hebat. 

Menyapa murid berarti menghadirkan pendidikan dengan hati. Sebelum guru menyampaikan pelajaran, sesungguhnya guru sedang membangun hubungan. Sebelum memberikan materi, guru memberikan energi positif. Dan sebelum menuntut prestasi, guru menanamkan rasa percaya diri. Lebih lebih tentang kebiasaan anak Indonesia hebat. Tentu hal ini menjadi bagian untuk menggugah mereka. 

Ada murid yang datang ke sekolah dengan penuh semangat. Tetapi mungkin ada pula yang datang membawa persoalan dari rumah, kecemasan, rasa tidak percaya diri, atau sekadar membutuhkan seseorang yang membuatnya merasa berarti. Sapaan hangat seorang guru dapat menjadi jembatan kecil yang mengubah suasana hati mereka.

Karena itu, jangan anggap remeh budaya senyum dah menyapa. Senyum guru adalah pesan. Sapaan guru adalah perhatian. Salam guru adalah penghormatan.

Dan perhatian guru adalah energi bagi murid untuk belajar.

Madrasah yang membiasakan guru menyapa murid setiap pagi sesungguhnya sedang membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Hubungan guru dan murid menjadi lebih manusiawi. Kelas menjadi lebih nyaman. Komunikasi menjadi lebih terbuka. Bahkan disiplin dan prestasi dapat tumbuh dari hubungan yang dibangun dengan rasa saling menghargai.


Pendidikan tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis. Terkadang pendidikan dimulai dari sebuah senyum di gerbang sekolah dan sapaan tulus seorang guru.


Maka, mari kita mulai setiap pagi dengan menyapa dengan memberikan perhatian kepada mereka. Pertanyaan yang disampaikan oleh seorang guru menjadi bentuk atensi. 


Karena satu sapaan mungkin hanya membutuhkan beberapa detik, tetapi dampak positifnya bisa tinggal jauh lebih lama di hati seorang murid.


“Selamat pagi, anak-anak. Senang melihat kalian hari ini. Mari kita belajar, bertumbuh, dan menjadi lebih baik bersama.

Tags: Sapa murid mist

Komentar (0)

Tulis Komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tayang.