info@misirojuttholibin.sch.id (0283)
MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa: Nafas Religius dalam Peradaban
Akademik 11 September 2026 Administrator 21 dibaca

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa: Nafas Religius dalam Peradaban

MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa: Nafas Religius dalam Peradaban


Oleh : Akhmad Sururi


Di tengah denyut kehidupan masyarakat Rengaspendawa, pendidikan tidak pernah berdiri sebagai sesuatu yang terpisah dari kehidupan sosial dan keagamaan. Desa bukan hanya ruang tempat orang tinggal, bekerja, dan membangun keluarga, tetapi juga ruang tempat nilai, tradisi, dan harapan tentang masa depan diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Di antara dinamika kehidupan masyarakat itulah MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa hadir dan mengambil bagian dalam perjalanan panjang mencerdaskan generasi.


Rengaspendawa memiliki wajah yang khas. Kehidupan masyarakat tumbuh dari perjumpaan antara tradisi, agama, keluarga, pendidikan, dan perubahan zaman dengan beberapa profesi warga masyarakat Nilai-nilai keagamaan tidak semata hidup di ruang ibadah, tetapi juga hadir dalam cara masyarakat mendidik anak, menghormati orang tua dan guru, membangun kebersamaan, serta menjaga hubungan sosial. Dalam konteks seperti inilah madrasah memiliki arti yang lebih dalam daripada sekadar lembaga pendidikan formal.

MI Sirojut Tholibin adalah bagian dari ekosistem sosial Rengaspendawa. Ia tumbuh dari masyarakat dan pada saat yang sama ikut membentuk masyarakat. Anak-anak yang belajar di dalamnya bukan hanya sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tetapi juga sedang diperkenalkan pada cara menjadi manusia yang memiliki ilmu, iman, dan adab.


Karena itu, membicarakan MI Sirojut Tholibin berarti membicarakan lebih dari sekadar sekolah. Kita sedang membicarakan masa depan Rengaspendawa. Karena sesungguhnya pendidikan menjadi wahana untuk mewujudkan masa depan generasi. 


Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pertanyaan tentang masa depan pendidikan menjadi semakin penting. Ketika teknologi digital masuk hingga ke ruang-ruang keluarga, ketika kecerdasan buatan mulai mengubah cara manusia belajar dan bekerja, dan ketika anak-anak tumbuh dalam arus informasi yang nyaris tanpa batas, pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan anak yang pintar dan cerdas secara intelektual. 


Yang dibutuhkan adalah manusia yang cerdas sekaligus berkarakter, berakhlak, terbuka terhadap perubahan tetapi tidak kehilangan akar, mampu menguasai teknologi tetapi tetap memiliki kendali moral. Hal ini menjadi sangat penting, karena penguatan karakter dan akhlak maka pendidikan akan kehilangan makna yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. 


Di sinilah relevansi gagasan “nafas religius dalam peradaban.”

Nafas religius bukan berarti menjadikan agama sekadar pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Nafas religius berarti menjadikan nilai agama sebagai energi yang menghidupkan seluruh proses pendidikan: bagaimana ilmu dipelajari, bagaimana guru mendidik, bagaimana anak memperlakukan sesamanya, bagaimana teknologi digunakan, dan bagaimana kecerdasan diarahkan untuk kemaslahatan.


Dengan perspektif tersebut, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa memiliki posisi yang strategis. Madrasah dapat menjadi titik temu antara akar tradisi Rengaspendawa dan tuntutan peradaban masa depan. Keduanya berpadu dalam satu paket dalam untuk memperkuat peradaban. 


Sebab peradaban yang kokoh tidak lahir dari manusia yang hanya menguasai pengetahuan. Ia lahir dari manusia yang mampu menjadikan pengetahuan sebagai jalan pengabdian, kemajuan sebagai sarana kemaslahatan, dan agama sebagai kompas dalam menentukan arah.


Dari Rengaspendawa, ikhtiar kecil di ruang-ruang kelas itu sesungguhnya memiliki makna yang jauh lebih besar: menyiapkan generasi yang bukan hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga mampu memberi arah bagi masa depan.

Tags: Peradaban Religius MIST

Komentar (0)

Tulis Komentar
Komentar akan dimoderasi sebelum tayang.